Candi Jolotundo, Situs Mata Air Warisan Leluhur Pendorong Ekonomi Wisata Trawas ~ Jurnalmojo | Berita terbaru hari ini
RUNNING NEWS :
Loading...

Candi Jolotundo, Situs Mata Air Warisan Leluhur Pendorong Ekonomi Wisata Trawas

-

Baca Juga

Prosesi unduh tirta di Patirtaan Jolotundo, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Senin (24/7). (FOTO : Sofan Kurniawan/JPRM)
Prosesi unduh tirta di Patirtaan Jolotundo, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Senin (24/7). (FOTO : Sofan Kurniawan/JPRM)
Oleh : Adrian Maulana Rohman Syah*

CANDI Jolotundo adalah sebuah bangunan peninggalan sejarah berbentuk petirtaan yang ada di Lereng Gunung Penanggungan. Petirtaan ini berada di kawasan wisata Trawas tepatnya di Dukuh Balekambang Desa Seloliman Kecamatan Trawas Mojokerto Jawa Timur. 

Berada di lereng gunung membuat suasana di candi Jolotundo sangat asri, dikelilingi oleh banyak pohon besar, aroma dupa ritual yang menyengat, juga gemericik air petirtaan yang tenang membuat nuansa sakral dari tempat ini bertambah kuat.

Candi ini merupakan peninggalan sejarah yang diperkirakan dibangun pada masa raja Udayana. Pada awalnya sumber mata air Jolotundo diperuntukkan kepada raja Airlangga sesudah dinobatkan sebagai raja Medang.

Keunikan Candi Jolotundo

Air candi Jolotundo digadang memiliki kualitas kedua terbersih di dunia setelah air zam-zam. Sehingga banyak kepercayaan yang muncul pada masyarakat tentang khasiat dan manfaat yang terkandung pada air di candi Jolotundo ini.

Situs petirtaan candi Jolotundo dipercaya memiliki khasiat mulai dari menyembuhkan berbagai penyakit  hingga bisa membuat awet muda. Hal ini membuat banyak masyarakat yang datang untuk melakukan ritual di petirtaan candi Jolotundo.

Mereka datang untuk mengambil manfaat dan berkah dari airnya, atau hanya sekedar menikmati keindahan alam sekitar candi yang bisa merelaksasi pikiran dari hiruk pikuk nya kehidupan.

Kontribusi Sektor Ekonomi Kreatif

Banyaknya masyarakat yang datang tak lepas dari ketertarikan mereka pada kearifan lokal dan budaya yang ada di candi Jolotundo. Pemerintah mulai dari tingkat desa hingga kabupaten melihat ini adalah sebuah peluang yang mampu digunakan untuk menjunjung perekonomian masyarakat.

Berbagai kegiatan kebudayaan digelar oleh pemerintah yang bekerjasama dengan para pelaku budaya adat. Acara yang digelar diantaranya ruwatan sumber juga pesta rakyat. Acara semacam ini tentu memiliki dampak yang kuat bagi perekonomian masyarakat yang ada di sekitar candi Jolotundo.

Dampak ekonomi  tersebut juga bisa dirasakan secara langsung oleh pegiat UMKM yang ada di kawasan wisata Trawas. Mereka dapat mengembangkan usaha yang mereka miliki dengan berjualan ataupun memasarkan produk mereka di acara-acara budaya yang digelar oleh pemerintah.

Diketahui kegiatan  ruwatan sumber ini mampu menghadirkan berbagai lapisan masyarakat untuk berbondong-bondong mengunjungi candi Jolotundo guna melihat prosesi ritual tersebut. Momentum ini tentu sangat pas bagi para pelaku UMKM untuk mengenalkan produk mereka ke pasar yang lebih luas. Sehingga acara budaya tak hanya menjadi sebuah tontonan belaka tapi sebuah alat yang digunakan untuk kesejahteraan masyarakat sekitarnya.

*Penulis adalah Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Malang
Mungkin Juga Menarik × +

 
Atas
Night Mode