Penemuan Bukti Sejarah Di Desa Jiyu, Dijadikan Hiasan Balai Desa ~ Jurnalmojo | Berita terbaru hari ini
RUNNING NEWS :
Loading...

Penemuan Bukti Sejarah Di Desa Jiyu, Dijadikan Hiasan Balai Desa

-

Baca Juga

Kesaksian warga Desa Jiyu, dan dokumen hasil penemuan sejarah (Foto : Hajar Estina/jurnalMojo)
Kesaksian warga Desa Jiyu, dan dokumen hasil penemuan sejarah (Foto : Hajar Estina/jurnalMojo)
MOJOKERTO (jurnalMojo) — Penemuan bukti sejarah pada masa Kerajaan Hindu Budha ditemukan di Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto.

Penemuan tersebut ditemukan oleh seorang warga bernama Hariono (42) yang sejak lahir telah tinggal di Desa Jiyu.

Hartono mengaku sering menemukan barang-barang kuno disekitar rumah, pekarangan, dan sawahnya.

"Dahulu di depan rumah saya ini ditemukan uang logam kuno satu karung, waktu banyak orang kerja dan menggali tanah. Setelah kita lihat ternyata uang logam tersebut peninggalan dari kerajaan-kerajaan terdahulu," jelasnya kepada tim jurnalmojo.

Penemuan prasasti era kerjaan Majapahit yang di letakkan di Balai Desa Jiyu (Foto : Hajar Estina/jurnalMojo)
Penemuan prasasti era kerjaan Majapahit yang di letakkan di Balai Desa Jiyu (Foto : Hajar Estina/jurnalMojo)

Warga Jiyu yang akrab dipanggil Cak No ini juga memberi keterangan sering menemani sejarawan jika menemukan bukti sejarah di desa Jiyu, Ia menuturkan bahwa masing-masing uang logam itu memiliki arti masing-masing pada abad berapa uang logam tersebut dibuat.

Selain itu, Hariono juga menemukan bukti-bukti lain seperti prasasti, kemudian batu-bata pembangunan zaman kerajaan, hingga penemuan candi.

"Disekitar rumah dan pekarangan saya ini kan sering ditemukan temuan-temuan bukti sejarah, sehingga saya mencoba menggali, ternyata banyak saya temukan mulai batu bata, keramik, dan ada candi yang kami gali sekitar 1 meter namun akhirnya kami tutup kembali," tuturnya.

Penemuan uang logam pada masa kerajaan hindu budha (Foto : Hajar Estina/jurnalMojo)
Penemuan uang logam pada masa kerajaan hindu budha (Foto : Hajar Estina/jurnalMojo)

Hariono mengaku sering ada yang menawar penemuan-penemuannya tersebut. Namun tidak semua ia jual, dan berikan pada sejarawan untuk di taruh di museum.

"Kalau saya menemukan bukti-bukti peninggalan sejarah biasanya saya langsung menghubungi pihak sejarawan. Nah, waktu itu pernah mau diangkut ke museum semua, tapi saya tidak mau. Saya minta ada yang tetap ditaruh di desa Jiyu. Sekarang salah satunya ada prasasti di balai Desa, itu saya, Pak Kades, dan tim Sejarawan yang membawa prasasti tersebut," pungkasnya. (hes/jek)
Mungkin Juga Menarik × +

 
Atas
Night Mode