Pasang Surut Usaha Daur Ulang Sampah, dan Sosok Dibaliknya ~ Jurnalmojo | Berita terbaru hari ini
RUNNING NEWS :
Loading...

Pasang Surut Usaha Daur Ulang Sampah, dan Sosok Dibaliknya

-

Baca Juga

Ny. Ainun ketika memilah rosokan yang dapat di daur ulang (FOTO : Hajar Estina/jurnalMojo.id)
Ny. Ainun ketika memilah rosokan yang dapat di daur ulang (FOTO : Hajar Estina/jurnalMojo.id)
MOJOKERTO (jurnalMojo.id) — Usaha kecil daur ulang sampah milik keluarga di Dusun Durung, Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto ini terus berkembang.

Mulanya keluarga ini membuat usaha dari bawah, dan masih dibawah naungan bank sampah yang memiliki banyak cabang. Namun setelah lama berproses di bidang pemilihan sampah yang akan di daur ulang. 

Kemudian supelnya komunikasi pemilik usaha kecil ini dengan banyak masyarakat dan rekan pemilah daur ulang sampah, menjadikan usaha kecil milik keluarga itu berdiri sendiri.

Usaha ini dititi oleh anak kedua dari keluarga tersebut yang bernama Mustofa Gholayin (29) bersama dengan orang tuanya.

Menurut cerita Mustofa, usaha mikro ini sudah berjalan 4 tahun terhitung saat ia masih ada di bangku kuliah. Meski awalnya hanya menggunakan sepeda motor untuk berkeliling ke masyarakat sekitar agar mengumpulkan sampahnya untuk didaur ulang dan dijual kepadanya, tetapi sekarang usaha ini telah berkembang.

"Ya meski dulu keliling, masih pakai sepeda motor, sekarang alhamdulillah sudah ada pickup untuk berkeliling mengambil atau menyetorkan barang," ujarnya.

Tempat daur ulang berbagai macam sampah (FOTO : Hajar Estina/jurnalMojo.id)
Tempat daur ulang berbagai macam sampah (FOTO : Hajar Estina/jurnalMojo.id)

Mustofa juga mengaku bahwa meskipun ia berkuliah di prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) namun ia lebih tertarik di bidang usaha.

"Ya, namanya ilmu kan tidak ada yang tidak berguna, di KPI saya ambil ilmu-ilmu terkait marketing dan pemasaran untuk saya komunikasikan dengan rekan kerja dan masyarakat yang berhubungan dengan daur ulang sampah," jelasnya.

Hasil dari usaha keluarga ini dapat dilihat dari usaha yang dulu hanya keliling sekitar desa, sekarang jaringan semakin luas mulai dari warga sekitar, toko-toko kelontong, sekolah-sekolah, terkadang juga menyalurkan dari pabrik ke pabrik, dan banyak rekan usaha rosokan yang menyetorkan pada mereka sehingga tidak perlu berkeliling.

Ya, meskipun menurut cerita dari Sunawan (63) ayah dari Mustofa Gholayin, usaha ini mengalami naik turun bahkan pernah rugi dan ditipu belasan juta, seringnya berkonflik antar keluarga namun sampai hari ini usaha tetap berjalan.

"Ya alhamdulillah dari usaha ini kami bisa memenuhi kebutuhan hidup, memberikan saku anak-anak kami yang sedang sekolah. Dan namanya usaha pasti ada naik turunnya, tetap disyukuri saja," terangnya.

Dibalik usaha keluarga ini pun, mereka memiliki anak-anak yang luar biasa membanggakan orang tua, seperti anak pertamanya yang menjadi anggota Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto, anak keduanya yang merintis usaha daur ulang sampah ini, dan anak ketiganya yang masih menempuh pendidikan S1 dengan beasiswa dan berprestasi. (hes/jek)
Mungkin Juga Menarik × +

 
Atas
Night Mode