Forkopimda Kota Mojokerto Coffe Morning Bersama Awak Media ~ Jurnalmojo | Berita terbaru hari ini
RUNNING NEWS :
Loading...

Forkopimda Kota Mojokerto Coffe Morning Bersama Awak Media

-

Baca Juga

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar acara coffe morning bersama seluruh media se - Mojokerto Raya (Foto : Sinta Nur Azizah/jurnalMojo)
Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar acara coffe morning bersama seluruh media se - Mojokerto Raya (Foto : Sinta Nur Azizah/jurnalMojo)
MOJOKERTO (jurnalMojo.id) — Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Mojokerto menggelar acara Coffe Morning bersama insan media se- Mojokerto Raya, pada Kamis, (19/1/2023) di Pendopo Shaba Kidra Tana Rumah Rakyat Pemkot Mojokerto Jl. Hayam Muruk Kec. Magersari Kota Mojokerto.

Acara ini dihadiri oleh PJU Polres Mojokerto Kota, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Kajari Mojokerto, Kakesbangpol Kota Mojokerto, Kapolres Mojokerto Kota, Dandim 0815/Mojokerto, serta Wali Kota Mojokerto.

Acara ini dihadiri oleh seluruh wartawan media se - Mojokerto Raya dalam rangka merawat toleransi di bumi Majaphit.

Masing masing menyampaikan sambutan, dan pesan kepada rekan rekan untuk bersama menjaga kondusifitas di Mojokerto Raya tetap aman dan kondusif.

Walikota Mojokerto Hj.Ika Puspitasari, juga memaparkan sedikit keadaan sosial ekonomi yang terjadi di wilayah Mojokerto kepada audiens.

Salah satunya adalah tentang stunting dan kemiskinan ekstrim, Ning Ita menjelaskan bahwa target angka stunting nasional berada di 12 persen. Namun, melalui kerja keras pemerintah Mojokerto, berhasil menurunkan angka stunting jauh dibawah target nasional. 

"Alhamdulillah, di akhir taun 2022 kemarin, Kota Mojokerto berhasil menurunkan angka stunting di angka 4 persen, jauh dibawah angka nasional," ujarnya.

Melalui capaian tersebut, ia menuturkan akan berusaha untuk menurunkan lagi angka stunting di wilayah Mojokerto hingga ke angka zero. Yang mana ini akan menjadi PR pemerintah Mojokerto dalam dua tahun ke depan.

Wali Kota Mojokerto Hj.Ika Puspitasari sedang memberikan sambutan sekaligus memaparkan beberapa hasil kerja yang sedang dilaksanakan (Foto : Sinta Nur Azizah/jurnalMojo)

Poin yang akan dicapai ialah, menciptakan generasi emas di tahun 2045. Sehingga langkah dasar yang dilakukan adalah setiap wilayah harus bebas stunting.

Untuk masalah kemiskinan yang ekstrim, pemerintah telah menjalankan program inkubasi wirausaha guna meningkatkan taraf kesejahteraan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Alhamdulillah inkubasi wirausaha sudah berhasil mencetak 3.300 wirausaha baru dengan taraf kesejahteraan yang meningkat," lanjutnya.

Inkubasi wirausaha ini sudah berbasis By Name By Address (BNBA) yang bisa dipertanggungjawabkan. Menurut data dari BPS akhir tahun 2022, angka kemiskinan Kota Mojokerto mengalami penurunan, dari 6,39 persen ke 5,9 persen. Melalui hal tersebut, pemerintah Mojokerto akan berupaya memenuhi target 2 tahun mengurangi kemiskinan sesuai dengan arahan Presiden.(sin/jek)
Mungkin Juga Menarik × +

 
Atas
Night Mode