Komisi D DPRD Jatim Meminta Permasalahan Banjir di Jalan Raya Ngoro Ditangani Secara Serius ~ Jurnalmojo | Berita terbaru hari ini
RUNNING NEWS :
Loading...

Komisi D DPRD Jatim Meminta Permasalahan Banjir di Jalan Raya Ngoro Ditangani Secara Serius

-

Baca Juga

Rapat Koordinasi di Kantor DPRD Kabupaten Mojokerto.(Hasan Assegafh/Jurnalmojo)
Rapat Koordinasi di Kantor DPRD Kabupaten Mojokerto.(Hasan Assegafh/Jurnalmojo)

MOJOKERTO (jurnalMojo) — Terkait seringnya kejadian banjir luapan air drainase di jalan raya Desa Sedati, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur meminta dinas terkait segera menangani. Hal tersebut diungkapkan Hidayat, salah satu anggota DPRD Jatim saat rapat koordinasi yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Mojokerto, Rabu (9/11/2022).

Rapat kordinasi ini dihadiri oleh PUPR Kabupaten Mojokerto, Asisten 2, BBWS Brantas, PU SDA dan anggota komisi D DPRD Jawa Timur diantaranya Hidayat, Masduki, Satib, Martin dan Gus Mamak.

Menurut Hidayat, pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa dinas terkait yang menangani permasalahan luapan air yang menggenangi pemukiman dan jalan raya.

Pihaknya berkomitmen dan bekerja sama dengan beberapa dinas yang terkait untuk menangani permasalahan luapan air sungai Avour Sumberwaru.

"Salah satunya kita minta BPJN menangani untuk segera memperbaiki saluran sungai," ungkapnya kepada jurnalMojo, usai Rakor digelar.

Adapun beberapa titik yang sering digenangi luapan air hujan, diantaranya di Desa Kembangsri, Desa Candiharjo, Desa Tambakrejo dan Desa Jasem.


Mengingat, di lokasi tersebut juga terdapat beberapa bangunan ilegal yang berdiri diatas aliran irigasi, sehingga menyumbat saluran yang mengalir ketika hujan deras melanda wilayah Mojokerto.

"Dilain sisi, banyak bangunan ilegal yang berdiri, dan warga sudah siap dilakukan penertiban," terangnya.

Sehingga, Hidayat, mengharapkan permasalahan yang terjadi di jalan raya Ngoro ini segera ditangani, karena dapat menganggu perekonomian masyarakat.

"Komisi D berharap penanganan banjir di Ngoro ditangani secara serius, karena ini mengganggu akses jalan nasional," pungkasnya.

Disamping itu, Komisi D meminta untuk penanganan cepat terhadap dampak banjir dari steakholder terkait, khususnya BBWS Brantas & PU Sidoarjo.


Nantinya, Komisi D akan berkoordinasi dengan BPJN selaku pengelola jalan nasional agar segera memperbaiki drainase disepanjang jalan di Ngoro yang potensi banjirnya tinggi.

Sebelumnya, jalan lintas Mojokerto-Pasuruan di Desa Sedati Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto selalu tergenang air luapan dari sungai Avour Sumberwaru.

Genangan air dengan ketingian mencapai 50 centimeter tersebut membuat pengendara yang melintas jalur tersebut tersendat.(has/jek)
Mungkin Juga Menarik × +

 
Atas
Night Mode